Senin, 01 Desember 2014

Welcome December

December Gift 


By: Queen Elsa





          
          Kubuka pintu bercat coklat yang mulai terkelupas catnya. Debu mulai menyerbu rongga hidungku saat kubuka pintu itu. sebenarnya ruangan ini jarang kumasuki. Aku hanya beberapa kali memasuki ruang ini hanya untuk menyimpan sesuatu yang rusak atau tak terpakai lagi. Kulihat sebuah kotak panjang dan besar di sudut ruangan. Itu dia, yang kucari.
            Dengan mengerahkan semua tenagaku kuseret kotak yang lumayan besar itu. Kubuka pelahan kotak itu. aku tersenyum. Entah apa yang diberikan oleh pohon cemara tiruan itu hingga membuatku selalu tersenyum padanya walau belum kuhias menjadi pohon natal yang biasa kuletakkan di ruang tamu rumahku saat Desember tiba.
Setelah membersihkannya, aku merapikan ruang tamuku untuk memberikan tempat bagi pohon cemara tiruan ini. Menit berikutnya, sambil mendengarkan lagu-lagu natal yang kuputar dari mp3 playerku aku mulai menghiasi pohon natalku.
Aku memberikan gantungan-gantungan, kapas, dan lampu-lampu sebagai hiasannya. Pohon natal yang tidak terlalu besar itu telah menjadi indah. Dengan satu klik, lampu-lampu dalam pohon natal itu menyala sepeti menari-nari mengelilingi pohonnya. Aku tersenyum kecil.
Kuraih sebuah lonceng berwarna emas yang kugantung di bagian tengah pohon. Lonceng itu mengeluarkan suara gemericing yang membuatku teringat kejadian satu tahun silam. Lonceng itu pemberian dari seseorang yang tak kusangka, Samuel.
***
            Aku dan Prisella memasuki ruang paling besar yang terletak di lantai tiga Gedung Lavender di kampusku. Di sinilah perayaan natal diadakan. Kulihat beberapa orang sudah duduk di tempat pilihan mereka. Ekor mataku melihat seseorang yang tengah berdiri di ujung ruangan. Aku memandangi kado natal yang kubungkus dengan kertas kado berwarna merah metalik. Kuharap kadoku ini sampai ke tangannya.
            Tak hanya aku, mahasiswa lain yang datang ke perayaan natal itu juga membawa kado masing-masing untuk ditukar pada saat selesai ibadah. Tuhan, biarkan dia memilih kado dariku. Tidak apa-apa jika kadonya bukan untukku. Pintaku. Kupandangi lagi pria berjas abu-abu yang malam itu terlihat keren sekali, Samuel.
“Kita duduk di sebelah sana saja, yuk” tunjuk Prisella di sudut barisan yang menghadap langsung ke pohon natal yang menjulang tinggi di panggung. Aku setuju. Kami berjalan menuju kursi yang Prisella maksud.
Setiap orang yang kami lewati pasti memuji kecantikan Prisella. Kulihat gadis berkulit putih, bermata bulat di sebelahku ini. Ya, dia memang cantik dengan wajah bulat yang dibingkai rambut kecoklatan agak ikal dan poni tipis yang menutupi dahinya. Apalagi saat ini, gadis yang sangat menyukai Yoona SNSD ini, tengah memakai dress bewarna merah yang sangat menunjukkan cerah kulitnya. Orang-orang itu kemudian memujiku juga. Aku tak berharap mendapat pujian dari mereka. Mungkin mereka memujiku karena merasa tak enak padaku setelah memuji Prisella. Karena aku berjalan di sebelah Prisella mau tidak mau mereka juga memujiku untuk menjaga perasaanku. Hey, padahal aku tidak apa-apa. Tak ada perasaan iri dalam diriku. Sungguh. Pada intinya, sebenarnya ia hanya memuji Prisella karena nama yang pertama kali ia sebut adalah Prisella.
“Hai, Claire. Malam ini kamu cantik sekali. Happy Christmas, Claire” aku tak tahu apa yang harus kujawab pada pria tinggi di hadapanku ini. Aku tak tahu sejak kapan ia sudah berdiri di depanku. Aku tersenyum kecil.
“Terimakasih, Sam. Happy Christmas too” sahutku sambil terus berusaha menenangkan diri. Kakiku mulai terasa lemas hingga aku tak sanggup menahan tubuhku sendiri. Kulihat diriku sendiri. Cantikkah aku dengan dress berwarna hitam dan abu-abu di bagian bawah yang saat ini kukenakan?
“Kamu juga cantik, Pris. Happy Christmas” katanya masih tersenyum. Ia meninggalkan kami setelah Prisella menyahutinya. Dia memujiku terlebih dahulu sebelum Prisella. Padahal sebelumnya tidak ada orang yang melakukan itu. Dia orang pertama dan mungkin satu-satunya yang melakukan hal itu. Tapi hanya itu yang menyenangkan hatiku.
Ibadah dimulai. Kami yang berada dalam ruangan itu sama-sama menyatukan hati di perayaan natal itu. Hingga tiba saatnya untuk menyalakan lilin. Musik mengalun dengan lembut sambil masing-masing dari kami menyebarkan api dan menerangi lilin-lilin yang belum dapat api. Lampu dimatikan, kami menyanyikan lagu ‘O Holly Night’ dengan setengah suara.
Rangkaian ibadah natal sudah kami lewati, perayaan natalpun sudah beberapa saat lalu usai. Kami pun diminta untuk mengumpulkan kado yang kami bawa di panggung. Setelah mengumpulkan kado, kami mengambilnya dengan tertib.
Sebuah kotak terbungkus kertas kado bergambat Santa Claus sudah mencuri perhatianku sejak tadi. Saat tiba waktuku untuk mengambil kado, kuambil kotak berukuran kecil itu. Setelah semua orang sudah mendapat kadonya. Kamipun dipersilakan membuka kado yang kami pilih.
Aku membuka kotak yang kupilih. Bibirku tak dapat menahan senyum saat kulihat lonceng kecil berwarna emas lengkap dengan gantungannya ada di dalam kotak itu. Bunyi gemerincing langsung terdengar begitu kumengambilnya. Ada sebuah kertas kecil yang digulung di dalamnya.
Happy Christmas. Begitulah tulisan dalam kertas kecil yang digulung di dalam kotak itu. Tulisan itu mengingatkannya pada Sam. Mungkinkah kotak yang kupegang ini adalah kadonya? Dari siapa pun kado ini aku sangat berterimakasih.
“Hei, itu kado dariku. Kamu yang mendapatkannya?” aku menoleh. Jantungku berdegup dua kali lebih kencang. Kurasakan keringat dingin mengalir lembut di dahiku. Sam-pria itu sedang berdiri di depanku sambil tersenyum.
“Ini darimu? Lonceng ini cantik, aku akan selalu menggantungkannya di pohon natal”
“Berarti lonceng itu hanya kamu lihat setahun sekali” katanya dengan nada sedikit mengeluh. Oops! Aku salah bicara. “By the way ini darimu?” katanya sambil menunjukkan sebuah boneka Santa Clause berukuran segenggaman tangan. Aku menggeleng. Dia hanya mengangkat bahunya dan tersenyum agak terpaksa.
Bukan, Sam. Kado dariku adalah hiasan pohon natal juga, tapi bukan lonceng. Kadoku adalah sepasang burung merpati putih yang tengah melebarkan sayapnya yang tengan membawa sebuah tulisan ‘Merry Christmas’ dengan paruh mereka. Sam tidak mendapat kado dariku, tapi aku bahagia karena mendapatkan kadonya. Sementara itu Prisella mendapatkan sebuah jam kecil berbentuk Snowman yang sangat lucu.
***
            Ketukan pintu yang terdengar sangat tidak sabar itu terpaksa membuatku menghentikanku memainkan lonceng kecil pemberian Sam. Dengan setengah berlari kubuka pintu rumahku.  Mataku terbelalak melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumahku.
            “Sam?”
            “Happy Christmas”
            “Tapi ini masih tanggal 1 Desember”
            “Sudah suasana natal kan? Buktinya kamu sudah memasang pohon natal” katanya sambil melihat pohon natal di dalam rumahku. Aku hanya tersenyum. “Sebenarnya aku ingin memberimu ini” katanya sambil menyerahkan kotak kecil yang persis kupilih setahun lalu. Kubuka kotak kecil itu.
            “Ini?” kataku sambil mengambil lonceng kecil yang berukuran sama dengan lonceng darinya. Tapi lonceng ini memiliki pita berwarna merah.
            “Sebenarnya lonceng itu sepasang. Tahun lalu aku hanya membungkuskan satu lonceng karena kupikir bukan kamu yang mendapatkan kado dariku. Tapi aku senang karena ternyata kamu yang mendapatkannya. Jadi aku akan memberimu pasangan dari lonceng yang kamu terima tahun lalu” katanya. Oh, Tuhan. Ini kado terindah yang pernah kudapatkan. Aku senang mendapatkan kado dari Sam, walau aku tak bisa mendapatkan hatinya.
            Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. “I got this” katanya menunjukkan sepasang burung merpati putih yang tengah melebarkan sayapnya yang tengan membawa sebuah tulisan ‘Merry Christmas’ dengan paruh mereka. “Aku harus tega merelakan sepatuku demi mendapatkan ini. Ini kado natalmu tahun lalu, kan? Temanku yang mendapatkannya. Aku barter dengan sepatuku supaya aku mendapatkan kado natal darimu ini” jelasnya lagi. Aku makin tak bisa berkata apa-apa lagi. Sam, semua ini terlalu manis untuk kudengar.
            “Sekarang, kita sudah sama-sama memiliki kado natal dari kita. Bisakah kita sama-sama  memiliki hati kita? Seperti halnya kadoku untukmu dan kadomu untukku. Bisakah hati kita juga begitu?” aku menggarukkan kepalaku yang tidak gatal. Tuhan, aku tidak meminta ini semua terjadi. Aku tidak berpikir sejauh itu. Aku memang mengagumi Sam, tapi aku tak berharap sebaliknya.
            Sam masih berdiri di depanku menunggu jawabanku. “Kalau bisa, kenapa tidak” kurasa itu adalah jawaban terbodoh di dunia. Aku tak pandai merangkai kata sepertinya. Aku tak pandai mengatakan hal-hal tentang cinta. Sam tersenyum di hadapanku dan mengatakan Happy Christmas padaku tanpa suara.




Sabtu, 15 November 2014

GCBI (Gerakan Cinta Bahasa Indonesia) 2014

Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro

Pada tau kan dengan lirik lagu di atas?
yupz...lagu daerah Provinsi Papua. Tapi kali ini, bukan tentang Papua, tentang GCBI atau Gerakan Cinta Bahasa Indonesia. Hima Prodi Diksatrasia Untirta menyelenggarakan GCBI sebagai salah satu rangkaian Semarak Bulan Bahasa yang diselenggarakan pada bulan Oktober. GCBi  dilaksanaka pada tanggal 29 Okt 2014 (udah lewat), nah kelas kami (Kelas 1A) mendapat juara satu. hebat kan! prok prok prok! Padahal persiapan kita bisa dibilang sangat mendadak. hanya dua hari. Awalnya kelas kami pakai adat Batak, tapi berhubung kelas lain sudah pakai duluan, akhirnya kami banting stir ke timur indonesia. Papua.

Persiapannya cukup rumit, karena harus buat papan, tali plastik yang dijadikan rok, mahkota dari daun-daun kering, cat poster. Kami sempat psimis karena waktunya sangat mepet. Tapi berhubung udah bayar, jadi kami harus ikut. Semaleman kami membuat rok dari tali plastik. Yel-Yel juga ngga kepikiran. Dua hari sebelum waktu yang ditentukan, kelas kami sudah memposting poto kelas ke FB Hima Prodi. Dan kami pun mulai meminta bantuan teman-teman lain untuk like poto kami. Kami broadcast ke semua contact bbm, facebook (orang ngga kenal juga pura-pura kenal dan minta tolong like poto kami).

Perjuangan kami ngga sia-sia, poto kami yang like nya paling banyak (cieee...)


kegiatan GCBI dimulai dari depan gedung Fakultas (untuk pembukaan), setelah itu keliling kampus dengan menyanyikan yel-yel masing-masing, atau lagu lain, pokonya heboh lah. Setelah itu dari Untirta, rombongan jalan menuju simpang ciceri sambil terus nyanyi-nyanyi. Sampai di simpang, tiap kelas menunjuk satu orang untuk melakukan orasi. Setelah Orasi, rombongan jalan menuju GOR Serang. Sampai di situ terserah deh mau ngapain dulu, setelah barulah menampilkan yel-yel lagi. Peniliaian sudah dilakukan di sepanjang perjalanan dari Untirta menuju GOR. Panas, Capek, Pegal, Laper semuanya jadi satu setelah pawai.

Tapi...
Juara 1 lhooo!!










Jadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Cintailah bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan Indonesia. Bahasamu, itulah karaktermu. Bahasa Indonesia cerminan Karakter Bangsa. 

Journey to Samosir Island


"Pulo Samosir do haroroanku Samosir do
Ido asalhu sai tong ingotonhu Saleleng ngolungku hupuji ho
Ido asalhu sai tong ingotonhu Saleleng ngolungku hupuji ho..."

Do you know Samosi Island?
ya, pulau di dalam pulau sumatera ini pulau tereksotis menurut saya, bukan karena kampung halaman saya dan keluarga, tapi pulau yang dikelilingi danau toba yang cantik itu juga benar-benar fantastis. Ada film judulnya Journey 2: Mysterious Island, kalau pengalaman saya dan keluarga beda, judulnya Journey to Samosir Island. Perjalanan ini bulan Juni 2013, tapi saya baru sempat posting sekarang. Di Samosir ada banyak tempat wisata yang keren. Tapi sayangnya saya dan keluarga hanya sempat menikmati beberapa tempat saja.


ini danau toba yang cantik, nah untuk sampai ke Pulau Samosir, dari pulau Sumatera harus naik kapal (lupa nama kapalnya) kita bisa nikmati keindahan pulau kecil ini di atas kapal itu sambil foto-foto (kayak gini nih...:))



kapal ini berhenti di Tomok, pelabuhan sekaligus pasar yang ada di pulau samosir. Di Tomok juga bisa hunting souvenir yang lucu-lucu khas pulau samosir. Di Tomok juga ada beberapa tempat wisata. Salah satunya ini dia...



patung sigale-gale (yang tengah ya, pake kemeja, ikat kepala, dan ulos) terbuat dari kayu yang bisa menari dengan bantuan tali-tali di belakangnya (ada orang yang mengendalikan geraknya di belakang) ini juga salah satu icon pulau samosir.

selain patung sigale-gale ada juga Huta Siallagan (Objek Budaya Batu Kursi Raja Siallagan). Huta (bahasa batak) artinya kampung, kampung ini hanya terdiri dari beberapa rumah yang berjejer rapi. Di depan rumah-rumah huta ini ada batu persidangan yang zaman dulu dipakai untuk menghakimi orang yang ketahuan bersalah.





foto di atas diambil sore-sore, (sory kalo ngga bagus). Oia meskipun namanya danau, tapi Danau Toba benar-benar seperti laut. Ngga percaya? di Pulau Samosir ada pantai pasir putih Parbaba, 







putih kan pasirnya, oke buat foto-foto, selfi-selfian, dll
















oh iya, kalau malam, pemandangan Pulau Samosir lebih keren lagi, nih lihat...





kaya lukisan kan? eits tapi ini The Real Samosir Islands.

Masih banyak lagi tempat wisata di Pulau Samosir kebanggaan Indonesia ini. Tapi untuk kali ini cukup sekian dulu ya. See you in the next trip. Bye. Horas!!!

Kamis, 16 Agustus 2012

Masa Masa SMK

This is my experiences at vocational high school that can’t be forgotten :
  • Waktu pertama kali masuk sekolah, Ms.Ening (wali kelas 3 tahun berturut-turut) punya aturan sendiri "khusus untuk anak-anak APH harus rapi dan wajib pakai hairnet bagi yang ngga berjilbab, dan murid yang berjibab harus rapi ngga asal asalan".  Awalnya kita anggap sepele aturan itu, jadi kita cuma pake di jam pelajaran beliau aja, sampe akhirnya keluar ultimatum kalo yg ngga pake hernet, dan grooming-nya jelek, nilai ngga akan keluar, n jgn coba-coba  nyapa beliau. Ydh pd nurut deh semua anak. Sampai akhirnya ada teman beberapa teman saya yang ngga pake hairnet selama ujian, beuh! beneran nilainya 7 semua, parah kan, dicuekin pula. Terus sy jg pernah tuh, lupa ngga bawa hairrnet karena ganti tas, apesnya Ms.Ening lagi ngobrol-ngobrol sama anak APH di depan sekolah, pas mau salim tangan, Ms.Ening ngomong gini : “udah ga usah pake salim-salim segala, udah males sy” udah deh abis itu ngga lagi lagi, amppuuunn deh, Mis. Makanya jangan berani beraninya bikin masalah dengan ngelanggar peraturan beliau, hahah PEACE Miss..
  • Waktu PKL bareng Licha, Humairoh n Eva, tapi karena something dia kluar, sedangkan saya masih lanjut. Di hari pertama pkl di bagian HK lumayan cape lah, tapi hari-hari brikutnya santai, eh sekalinya pindah ke FB, capeenyyaaaa minta ampun! tobat-tobat, mau pingsan rasanya. Soalnya wkt pindah, lagi ada event dan ajjiibbb gila capenya, tapi enaknya tuh makan mulu, yaahhh lumayan bisa dibawa pulang juga. (kalo yang ini ngga pernah lupa)
  • Waktu bulan puasa saya, wati, pipit, licha, putri, sela makan dirumah ibu warung, apesnya di hari terakhir sekola karena besoknya udah mulai libur lebaran, malah ketauan tuh sama Bu.Uliyah, waduuuhhh….kita dibawa ke kantor diceramahin panjang lebar, adeuh maap ya Bu.uliyah dan Bu.masrifah, PEACE
  • Waktu lomba. Sebenernya ga ada yg disenengin disini, ga ngerti sama sekali dengan lombanya yang kaya apa dan gimana ,tapi yaudahlah ikut aja, lumayan buat pengalaman kan
  •  Waktu Ultah putri hari selasa, kita minta putri dikerjain sama Bu Fina , tapi putri ngga takut, karna dia kira Bu Fina Cuma kesel sementara, tapi meskipun gitu kita sama sekali ngga ada yang belain dia. Waktu break, anak anak AG (Ayam Goyeeng-nama geng alay waktu saya SMK) yang lain pada keluar beli kue, sedangkan saya? masih stay buat ngejaga kado buat dia biar ngga ketahuan, eh saya malah di takut-takutin pocong2an, kamprreettt!! liat aja nanti. di pelajaran terakhir pelajaran matematika yang ngajar Bu Nurina. Mampus loh, Put! Nah, kita udah ada omongan sama Bu Nurina nih sebelumnya. Sebelum mulai belajar, Bu Nurina meriksasin PR anak anak satu persatu.  ehh pas giliran liat si putri, jeng-jeng! Dia baru ngerjain setengah, itupun ngerjain barusan, akhirnya dipanggil kedepan buat hafalan rumus, ehh dia ngga bisa , mampus lho !! akhirnya dia mati kutu sama Bu Nurina. lama lama dia nangis. kata Bu Nurina “udah cepet hafal, yang lainnya mau pada belajar nih, pelajaran ibu kan cuma 1 jam hari ini,” tapi putri masih diem aja tuh , AG manas-manasin “ puuttt cepet geh kita mau belajar nihh wuuuu!” dia diem, nunduk, nangis, “ udah cepet menghadap ke temen2 km, bilanlg minta maaf karena saya ngga hafal” pas putri balik badan, dia udah beneran nangis, “temmenn…temmeenn…” kata dia sambil sesegukkan “selamat ulang tahuuunnn puuuttrriii…” teriak AG, terus kita semua nyamperin dia dan berpelukan,, waahh rencana yg sempurna, Bu Nurina juga ikut nangis karna terharu,, hahahahahaah,, how ?? how ?? indah bukan ?? Saat itu kelas serasa milik geng kita aja, yang lain pada ngeliatin doang.
  • Waktu ultah wati hari sabtu, kita minta tolong Mrs.Imas buat ngerjain dia, kebetulan hari itu dia pake lengan panjang, harusnya kan lengan pendek doong, nah ini nih modusnya. Mrs.Imas pura pura marah, dengan wajah dingin beliau yg sukses bikin wati diem sediem-diemnya, yaah tapi sayangnya mata dia langsung merah, dan nangis, Mrs.imas pura pura ngambek, kluardr klas n ngga mau ngajar lg, wati ngejar Mrs.imas, sementara Prisella keluar buat beli kue, pas dia balik ke kelas, dia bener bener nangis, n gada yg nenangin satupun, pura pura sibuk semuanya, Sela datang dengan kue, kita semua langsug pada nyanyi 'HAPPY BIRTHDAY' untuk wati, uuuhhh spontan seisi kelas pada rame, ribuuuuttt bngt, akhirnya ada kejadian ngga enak, kami-anak anak APH dipanggil Pa Jay, disetrap di depan gerbang sekolah, KM dan WAKIL KM (KM-nya Darsam, WAKIL KM-nya Wati sendiri)  diminta untuk bikin perjanjian, kalo sekali lg ribut luar biasa kaya tadi, APH ngga akan dikasih kelas, dan akan belajar di perpus, SADIS! akhirnya semuanya pada minta maaf ke Darsam n Wati, tapi jd kenangan yg seru bukan ? lagi-lagi geng AG bikin sensasi. Meskipun begitu, pas anak-anak masuk kelas lagi. si Darsam itu malah ngambil potongan paling besar setelah nyeramahin anak-anak sekelas. ckckckc!
  • Udah klas 3 nih mulai ada TOEIC, waah ini seru nih apalagi bareng Valen, Sela, Rista, dan Chera yg naik level. Kita main-main sama Mrs.Imas, seru-seruan, gila-gilaan ampe sempet debat sama jurusan lain. WOW bngt deh pokonya
  • UKOM. Wah ini nih yg bikin anak-anak APH pada waswas. Gimana ngga? Udah tugasnya make up room di-timer, hasil kerjanya dituntut rapi. Mampus ngga tuh ?? untungnya Ms.ening tuh baiiikkk bngtttt! Beliau ngebolehin kita buat latian sepulang skola, Ms.ening juga punya cara sendiri buat ngakalin supaya ngga uptime. Selama latian kita bener2 srius, saking capenya saya, asri, wati, darsam main main serasa di PSP, trus pasang musik kenceng dr hp darsam n joget2 ky di diskotik, tp Ms.ening ngasi peringatan, ydh deh diem lagi. Nahh untung ukom lulus semua, hahahaha walaupun sedikit tegang awalnya.
  • UN. ini juga nih yang bikin takut ngga lulus, tapi kita berusaha dengan Bimbel : MTK dengan Pa.Jay, B.Inggris dgn Bu.Imas n Bu.Sri, B.indo sama Bu.Lilis, dan untungnya sesuatu bngtt kita semua lulus. tp wkt msh try out si Juhan bikin kesel, dia nanya, tp dy ngga percaya (ngga usah nanya mendingan) ngeselin kan. UN MTK nih yang sukses biki orang stres, mungkin ada yg ubanan, ato botak gara-gara ngerjain soal ngejelimet. ada yg bikin kesel juga nih disini, ada 1 tmen sy minta contekan ngga tanggung-tanggung, langsung 10 nomor, klo ngga salah dari dari 11- 20, saya kira no 11 sama 20, eh ngga taunya, hey who you think you are ?!, hmm enak aja ini orang saya cape cape mikir, dia tinggal liata aja, akhirnya saya cuma kasih 5 nomor, itupun yang seharusnya semua org bisa ngerjain, (kurang baik apa saya? mana ada orang yang mau ngasi jawabannya dari 11-15 berturut-turut).
  • Graduation. setelah ngejalanin smua ujian pasti ada Graduation, waah sedih semua nih, tapi yang bikin bangga, cuma klas APH yang nyumbangin lagu di acara formal. sebelumnya saya sempet kesel, karena perpisnya pake kebaya, padahalkan enakan juga pake batik, (tp yasudahlah). APH bawain lagunya Vitamin C - Graduation Songs (Friends Forever). Saya n Sela nge'rapp (keren ye) tp ada kejadian memalukan disini, si Sela salah masuk dibagiannya stelah reff kedua, (aduuhh) tp gpp forget it . dilagu kedua, kita nyanyi 'TERIMAKASIH GURUKU' n puisi b.inggris yang dibawain Asri, aduh makin sedih aja suasananya, blum apa apa suara asri udah gemeteran , waah nangis ini org, uhh sy jd ikutan nangis, apalagi pas Bunda AAN naik ke stage buat nerima persembahan bunga dr APH. ada kejadian memalukan lg nih, SAYA lupa ngga ngasi hormat ke audience saking ngga bisa nahan nangis, n akhirnya malah malu (payah), pas sy kluar dr barisan, baru deh yang lain hormat, aduuuhhh malu abis,, (ngga kompak ih disini mah) yasudahlah
ini dia nih fotonya
yang nge'rapp yang paling kiri (aku) dan paling kanan (prisela)
yang baca puisi yang tengah baju ungu (asri),
tapi sayang ngga keliatan

naahhh itu dia special moments-nya sebenernya masih bnyk lg, tp beberapa momen diatas udah cukup untuk mewakili SEMMUUUAAA momen-momen terindah di SMK
Bye...:D



Jumat, 23 Maret 2012

great song


Davichi – Don’t Say Goodbye Lyrics


Tteorineun neoui ibseurul nan nan cheoeum boaji
Museun mal halyeogo mal halyeogo
Oh~ tteumman deurineunji
Seulpeun yegameun da majneundan norae gasacheorom
Seolma anigetji anilkkeoya oh~ anieoyaman dwe

Beolsseo neon nareul tteona ni maeummajeo tteona
Tto mommajeodo tteonaneunde
Nan molla neol jabeul bangbeobeul jom
Nuga nege malhaejwoyo

Oneulbam geu malmaneun marayo
Wae nal beorigo ganayo
Na maeumi apa gaseumi apa
Nunmul cha orayo

Aji geun annyeong urin andwaeyo
Neon geu ibeul deo yeoljima
Annyeongirago naege malhajima

Chageun neoui hanmadiga nal ju jeo an jeoji
Sesang muneojil deu muneojin deu oh~ nunmulman nunmulman
Jigeum sungani gamyeon I sungani jinamyeon
Yeong-yeong urin ibyeorinde
Saranghae jugdorok saranghan nal
Nal beolriji marajwoyo

Oneulbam geu malmaneun marayo
Wae nal beorigo ganayo
Nan mal eumi apa gaesumi apa
Nunmul cha orayo

Aji geun annyeong urin andwaeyo
Neon geu ibeul deo yeoljima
Annyeongirago naege malhajima
Ibyeori mwonji naneun mollayo
Geunyang seoreobgo seoreowo
Malhajima~

Ibyeoti mwonji naneun mollayo
Geunyang seoreobgo seoreowo
Na sayeoni manha chueogi manha
Gaseum jji jeojyeoyo

Aji geun annyeong urin andwaeyo
Neon geu ibeul deo yeoljima
Annyeongirago naege malhajima
Ammyeongirago naege malhajima



pertama denger lagu ini dari acara Music Bank , tapi begitu denger lagu ini, beuhh merinding  !!!
gimana ngga merinding , suaranya keren bangettttt, cantik lagi yang nyanyi..
buseettt dahh , kerennnnlah pokonya

trus ngenalin ke asri lagu ini, karna dia juga suka nyanyi , dia bilang suara penyanyinya juga keren,,
pokonya kalo yang suka nyanyi pasti bakal suka lagu ini, dan bakal bilang ini lagu keren,,
meskipun bahasanya korea, tapi ngga nyerah buat belajar lagu ini,, hahahahaahah, seenggaknya reff-nya aja deh :D

Jumat, 10 Februari 2012

huuuhhh
try out udah selesai tinggal tunggu hasil...

gillaaa yaa taon ini banyak banget ujian yang harus dilewatin,,
1.try out UKOM
2.UKOM
3.Try out Ukom Teori (ada nggak ya? ga tau lah)
4.Ukom teori
5.US
6.UN (beluma kalo ada try out-nya)
7.ujian buat marguru malua
8. apa lagi ya gatau


pokonya setelah semua itu selesai harus re-freshing otak n badan, bareng my beloved friends, kemanapun hayo lah yang penting hatilu senang,,

our Father in Heaven, please help me n my friends to through it all away,, and give us the best, You know what the best for us,, AMIN

Selasa, 31 Januari 2012

maybe you ever heard about this story, i just want to remind
i always laugh after read this ...

'Chief is at a wedding'

a police officer in a small town stopped a motorist who was speeding down main street
"but sir, i can explain..."
"just be quite" snapped the officer
"i'm going to let you wait in jail, untill the chief gets back"
"but sir, i just wanted to say"
"and i said to keep quite!! you're going to jail"
a few hours later the officer looked in on his prisoner and said
"lucky for you, that the chief is at his daughter wedding. he will be in a good mood when he gets back"
"don't count on it, i'm the groom" answered the fellow in the cell.